Halo Sobat Harmoni! Pernah dengar nggak istilah slow living? Katan orang-orang, hidup lebih santai, lebih mindful, dan nggak buru-buru amat. Tapi ada juga yang bilang, slow living itu cuma pembenaran buat orang-orang yang malas gerak alias mager. Wah, benarkah?..kalau gitu kita harus investigasi lebih lanjut nih, kita cari tahu kebenarannya yuk!
Mari kita telusuri bersama, apa benar slow living itu gaya hidup sehat atau cuma mager yang diberi nama keren?
Slow Living vs. Mager: Perbedaan yang Hampir Tipis Tapi Nyata!
Fokus dan Tujuan:
➢Slow living menekankan pada kesadaran penuh (mindfulness), kehadiran dalam momen, dan menikmati kualitas hidup. Tujuannya adalah untuk hidup lebih bermakna dan seimbang.
➢Mager lebih mengacu pada kurangnya motivasi untuk bergerak atau beraktivitas, sering kali disertai dengan kebosanan dan kurangnya produktivitas.
Misalkan pada waktu bangun pagi;
- Slow Living: Bangun
pelan-pelan, menikmati sunrise, minum teh hangat, lalu meditasi ataupun hening
sejenak. Hidup ini harus dihargai setiap momennya.
- Mager: Bangun
siang, cek HP sambil tiduran, lalu tidur lagi. Karena dunia ini dirasa terlalu
keras, lebih nyaman kembali rebahan.
Aktivitas:
➢Slow living tidak berarti tidak melakukan apa-apa. Ini melibatkan aktivitas yang dilakukan dengan lebih lambat dan sadar, seperti memasak makanan sehat, berjalan-jalan di alam, atau menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang terkasih. Melakukan segala sesuatu dengan sadar (mindful), menikmati setiap langkah, dan tidak terburu-buru. Misalnya, makan sambil menikmati rasa disetiap suapan.
➢Mager sering kali diisi dengan aktivitas pasif seperti berbaring di tempat tidur, menonton televisi, atau bermain gawai tanpa tujuan yang jelas. Melakukan segala sesuatu dengan kecepatan 0,5x. Bahkan makan pun kalau bisa sambil tiduran, biar bisa lebih hemat energi.😴
Produktivitas:
➢Slow living tidak berarti tidak produktif. Ini tentang melakukan aktivitas dengan lebih efisien dan efektif, dengan fokus pada prioritas dan menghindari gangguan yang tidak perlu.
➢Mager sering kali menyebabkan penurunan produktivitas karena kurangnya motivasi dan energi.
Bekerja
➢Slow living: Fokus bekerja dengan tenang, tidak terburu-buru, dan tetap menjaga keseimbangan hidup.
➢Mager: Fokus mencari alasan untuk menunda pekerjaan. Deadline? Itu mah
urusan nanti-nanti aja lah. 😆
Aktifitas Hiburan
➢Slow living: Membaca buku, menikmati alam, atau mendengarkan musik instrumental yang menenangkan.
➢Mager: Binge-watching drama 9 episode dalam semalam, sambil ngemil tanpa sadar. Binge-watching adalah istilah untuk menonton banyak episode dari suatu serial atau acara TV dalam satu waktu tanpa jeda yang signifikan. Biasanya, ini terjadi saat seseorang menonton satu musim penuh dalam sehari atau semalam (misalnya, 15 episode sebuah drama Korea/Drakor dalam satu duduk 😆).
Kesehatan:
➢Slow living dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental dengan mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan mendorong gaya hidup yang lebih sehat.
➢Mager dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental, menyebabkan obesitas, kelemahan otot, masalah kesehatan mental, dan penurunan fungsi kognitif.
Produktivitas:
➢Slow living tidak berarti tidak produktif. Ini tentang melakukan aktivitas dengan lebih efisien dan efektif, dengan fokus pada prioritas dan menghindari gangguan.
➢Mager sering kali menyebabkan penurunan produktivitas karena kurangnya motivasi dan energi.
Kamu Ikut Sekte yang Mana?
Kalau slow living itu tentang menikmati hidup dengan sadar dan tenang,
kalau mager itu tentang menikmati hidup dengan... yaaah, tanpa banyak
usaha.
Jadi, Sobat Harmoni, ikut sekte slow living atau
mager? Atau jangan-jangan kamu sedang berusaha mempraktikkan keduanya
dalam keseimbangan sempurna?
Yo wis...jelas, mau slow living atau mager, yang penting bahagia. Tapi kalau kebanyakan mager-nya, hati-hati loh...jangan sampai jadi fosil di kasur, ya! 😜
Posting Komentar